JURNAL AMORFATI #3 Published

September 6, 2009

Table of (Dis)contents

Intro. Review. Sudahkah Anda Menjadi Cool Hari Ini. Kapankah Waktu Yang Tepat Untuk Insureksi. Mem(re)posisikan Perempuan. Kekuatan Negara. Mesin Pengontrol: Peninjauan Kritis Terhadap Teknologi. Seruan Aksi Menentang G8. Perjalanan Singkatku ke Cangkringan. Bicara Anarki: Kritik Terhadap Industri dan Peradaban. Merunut Error Peradaban Melalui Sebuah Novel. (Review Ishmael). Tentang Industri dan Relevansi Kaum Luddite Dalam Era Modern. The Shock Doctrine. A World Without Water.

Dewan Redaksi/Tim Amor Fati: E. Setiawan. Kikie. Abu Bakr al-Zindiq.

Kontributor: Rikki Rikardo. Wolfi Landstreicher. Dewa. Dboy. Antonio Amores. Irregular Rythm Asylum.

Tata Letak: Painsugar

(Un)necessary Apology: Terjadi kesalahan yang lumayan fatal di edisi kedua Amor Fati ini, anda bisa melihat di kover depannya yang tidak tertera ‘edisi kedua’ maupun keterangan bahwa edisi ini merupakan edisi Amor Fati yang kedua. Maklum, kesalahan baru disadari ketika proses cetak telah selesai. Semoga tidak menimbulkan kebingungan.

Di mana bisa mendapatkan Amor Fati?

Jakarta

Red Rebel House

Peniti Pink

Bandung

Ultimus

Remains

Yogyakarta

Kinoki

Affinitas

Distro Denda Omnivora

Makassar

Toko Buku Komunitas Idefix

Atau kontak kami untuk informasi lebih lanjut mengenai distribusi dan pemesanan di kota lainnya yang tidak tertera di atas:

peekaboo@riseup.net

Edisi pertama Amor Fati bisa didownload di: 325collective.com/amorfati

Amor Fati edisi 1

February 12, 2008

 

graphic1.jpg

Table of Contents:

.Untuk Sebuah Kehidupan Yang Bebas (introduksi)
.Imperialisme Kehidupan Sehari-hari
.Interview: CRA -Anarkis Venezuela dan Revolusi Bolivarian
.Inilah Wajah Rekuperasi: Pemberontakan di Oaxaca dan APPO
.Hidupi-Hidupmu: Manifesto Individualis
.Cerpen: Sang Gagak
.Distopia – Babel, Pan’s Labyrinth, Children of Men
.Interview: 325 Collective – Anarki, Insureksi, Penghapusan Penjara
.Puisi: Ada Yang Berkata Kalau
.Tentang Sentralisme Marxisme: sebuah kritik anarkis
.Sekilas Memahami Skema Pembangunan PLTN Di Indonesia
.Menuju Anarki Insureksioner, sebuah pengantar
.Review: Change for Better (band), 16 Takes on Korean Society (film),
.Situationist International Anthology, Revised (Buku).

DOWNLOAD THE PDF VERSION AT 325COLLECTIVE.COM/LIBRARY

OR STRAIGHT TO:

325COLLECTIVE.COM/AMORFATI

 

Untuk kalian yang ingin hidup bebas

Siapapun kalian, yang menginginkan kehidupan bebas, lepas dari belenggu sekolah, otoritas, orang tua, masyarakat, dan belenggu-belenggu serupa, kalian tidak sendirian. Kalian juga bukan orang pertama yang berpikir bahwa semua belenggu tersebut takkan pernah lepas, bahwa kebebasan sejati hanya dapat kita rasakan dalam khayalan dan mimpi siang bolong. Kita beranjak dewasa dengan dicekoki kalimat bahwa “kita harus bertanggung-jawab”. Semua keluh-kesah akan dunia, kehidupan, dan kondisi sekeliling kita, selalu dijawab dengan nyanyian lama “terima saja, hidup memang tidak pernah adil!”. Sepintas kita merasakan sinisme di dalamnya setiap kali kalimat itu berdengung di dekat telinga kita, kita dapat melihat wajah si pelontar kata yang menyatakan dengan putus asa bahwa ia tak berdaya atas kehidupannya. Dan itulah kenyataan sebenarnya yang ingin ia katakan, bahwa ia–termasuk kita semua–tak berdaya. Namun, di balik semua itu, mereka yang melontarkan kata-kata semacam itu, adalah mereka yang tak pernah benar-benar menjalani hidup yang sesuai dengan keinginan mereka. Mereka yang telah layu atau mati selagi hidup. Bagiku, kenyataan hidup tidak sesederhana kalimat “hidup memang tidak pernah adil” karena kemungkinan masih ada di setiap ruang bagi setiap manusia yang gigih dan berani mengeksplorasi setiap sudut kehidupan.

Read the rest of this entry »